Kemarin, Hari Ini, dan Esok Hari

Kemarin, Hari Ini, dan Esok Hari

Assalamualaikum teman-teman, saya hanya ingin membeberkan sebauh catatan sederhana yang mungkin sama sekali tidak ada gunanya, bahkan sangat tidak pantas untuk dijadikan sebagai artikel, namun saya rasa ini akan saya muat dengan tujuan saya untuk memotivasi diri sendiri.

Sebenarnya saya ada beberapa hal yang membuat artikel ini ingin sekali di terbitkan. Hal pertama yang membuat saya yakin, banyak sekali orang yang mengeluh tentang kehidupan, makanya saya berharap keluhan itu tidak lagi saya dengar dengan alasan apapun.

Seseorang teman saya bertanya “Kenapa hari ini berbeda dengan hari kemarin?” Sudah jelas, bahwa hari ini bukan kemarin. Saya jawab simpel saja dengan kata-kata demikian. Namun tentunya untuk menambah suasana, saya akan beberkan disni dengan apa yang saya maksud.

Kemarin, Hari Ini, dan Esok Hari

Ini mungkin hanya opini pribadi saya, dan mungkin orang lain juga sudah banyak mengatakan tentang kemarin, hari ini, dan esok pagi yang akan kita rasakan. Namun saya harap tidak sama sekali bertujuan untuk melakukan hal-hal apapun, saya hanya beropini tentang kehidupan yang nyata.

Ada apa dengan kemarin, hari ini, dan esok pagi? Tentunya catatan ini sangat cocok untuk orang yang suka mengeluh, untuk orang yang tidak pernah bersyukur, dan untuk orang yang selalu merasa dirinya kekurangan.

Kemarin

Kemarin adalah masa lalu, apakah kita akan kembali ke kemarin? Tentu saja tidak akan pernah kembali, meski setetes pun itu. Kalau ada orang yang bisa kembali ke kehidupan dan waktu kemarin, bagaimaan masa depan akan dia rasakan? Jelas, bahwa kemarin itu seharusnya kita lupakan, jangan diingat karena tidak akan berguna. Keluh kesah di hari kemarin anggap saja itu sebuah angin yang sudah lewat dan dirasakan oleh diri.

Penyoalan tentang kemarin sebenarnya itu bisa saja dipikirkan oleh pribadi, namun saya harap untuk tidak mengaitkan kemarin dan hari ini, serta esok pagi.

Hari Ini

Hari ini merupakan hari, dimana kita sedang menjalani hidup. Sudah jelas, bukan hari kemarin, namun hari ini kita menjalankan hidup yang sebenarnya. Jangan samakan kembali hari kemarin dan hari ini, karena sudah jelas berbeda. Kemarin adalah masa lalu bagaikan mimpi, sedangkan hari ini adalah masa dimana kita menjalani kehidupan yang nyata.

Esok Hari

Saya juga ingin sekali menjelaskan tentang esok hari, kenapa? Karena esok hari adalah masa depan yang kemungkinan “Bisa kita rasakan, dan tidak bisa kita rasakan”. Maksudnya apa? Belum tentu kita akan hidup di esok hari, bahkan hari ini juga belum tentu kita akan sepenuhnya menjalani hari dalam waktu 24 jam.

Mengapa belum tentu? Hidup kita tergantung apa yang Allah rencanakan, jadi buang-buang waktu saja jika kita memikirkan masa depan yang akan kita jalani. Namun bukan berarti kita tidak harus memikirkan masa depan ya, karena masa depan juga harus kita perisapkan, meskipun belum tentu kita bisa hidup seperti hari ini.

Kesimpulannya

Maksud yang saya jelaskan diatas apa sih? Jadi begini teman-teman, saya bermaksud bahwa kehidupan itu tidak pernah abadi, kemarin adalah mimpi, hari ini adalah kehidupan yang nyata, dan esok hari adalah misteri, apakah kita bisa hidup besok atau tidak? Jelas ini rahasia Allah yang tidak akan diketahui oleh seluruh umat manusia.

Lalu, saya sebenarnya ini menyinggung orang yang pelit tentang harta. Hehe, kenapa menyinggung? Dia ketika di pinjam uang, padahal kecil cuma buat beli bensin saja, dia bilang gini “Gak ada uang, adanya buat besok mau ke “satu tempat”, lah padahal cuma minjem 10 rebu doang, ntar sore juga dibalikin kalau masih hidup.

Jadi saya sangat heran, dia pelit banget, belum tentu dia besok akan hidup, padahal minjemin uang hari ini adalah kehidupan yang nyata, besokmah rezeki sudah diatur Allah, tapi dia malah bilang kaya gitu.

Makanya saya nulis cacatan ini, yang saya katakan banyak sekali hal-hal yang tidak bermakna. Tapi kalau teman-teman membaca tentang kemarin, hari ini, dan esok hari sebenarnya banyak makna yang mendalam, meski singkat, cobalah perhatikan. Salah satunya untuk tidak pelit terhadap diri sendiri, kalau ahri ini ada uang dan punya kebutuhan, buat apa ditunda? Yang penting hari ini kita tenang, jangan mikirin besok, karena rezeki sudah diatur, bahkan belum tentu kita hidup besok.

Jadi Kesimpulannya, sebenarnya saya sangat kesal dengan seseorang, tapi ya secara tidak langsung mungkin saya sudah ngomongin orang disini, namun bukan berarti saya benar-benar ngomongin orang, hanya saja agar memberikan motivasi saja ya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *